FIDE CANDIDATES TOURNAMENT 2026 - BABAK-10, Sindarov Menang Semakin Sulit Dikejar, Vaishali Memimpin Sendirian (Dari website FIDE dan Chessbase) + Analisa Manajemen Waktu Langkah Demi Langkah
LAPORAN PERTANDINGAN BABAK KE-10
Cap St. Georges Hotel & Resort, Siprus | 9 April 2026
"Saya pikir saya sangat dekat, tetapi masih ada dua pertandingan penting dengan bidak Hitam. Saya hanya berusaha untuk tidak memikirkannya dan tetap bermain catur yang baik seperti biasa." — GM Javokhir Sindarov, usai laga Babak 10
( FOTO DARI WEBSITE FIDE )
✦ PENGANTAR: SORE YANG MENENTUKAN DI SIPRUS
Kamis, 9 April 2026. Matahari sore menerangi aula megah Cap St. Georges Hotel & Resort di Siprus ketika para pemain terbaik dunia kembali mengambil posisi di hadapan papan catur mereka. Babak ke-10 FIDE Candidates Tournament 2026 — turnamen yang menentukan siapa yang berhak menantang Juara Dunia Catur — menjanjikan drama yang sudah dinantikan para pecinta catur di seluruh penjuru bumi.
Turnamen bergengsi ini mempertemukan delapan grandmaster terkuat dunia di kelompok Open, dan delapan grandmaster wanita terbaik di kelompok Wanita, dalam format round-robin 14 babak. Hanya satu nama dari masing-masing kelompok yang akan melangkah ke panggung Kejuaraan Dunia sebagai penantang resmi.
Sebelum bidak pertama dijalankan, sebuah momen bersejarah memancarkan pesona tersendiri: Boris Gelfand, legenda hidup catur dunia — pemenang FIDE World Cup 2009, pemenang Candidates Tournament 2011, dan runner-up Kejuaraan Dunia 2012 — melakukan ceremonial first move di papan Javokhir Sindarov. Mendampinginya dengan hangat adalah tak lain dari Viswanathan Anand, Juara Dunia lima kali dan kini menjabat Wakil Presiden FIDE — yang pada tahun 2012 silam menjadi lawan Gelfand di meja hijau kejuaraan dunia itu sendiri. Pertemuan dua ikon abadi ini menjadi simbol tak terlupakan dari babak bersejarah ini.
Komentator senior Jan Gustafsson dan Peter Svidler membuka diskusi mereka dengan nada penuh antisipasi. Svidler merangkumnya dengan tajam: "Javokhir akan terus bertengger nyaman di puncak, dan kekacauan mutlak akan terus merajai turnamen wanita — menebak hasil turnamen itu sudah benar-benar seperti menebak nasib." Kenyataannya? Prediksi Svidler terbukti hampir sempurna.